“Benar kami menghadap pak Mardani H. Maming kemaren, dikarenakan aksi yang akan dilaksanakan ada sangkut pautnya dengan beliau, makanya kami di panggil beliau. Disana beliau hanya berpesan, Laksanakan Aksi tersebut dengan simpatik, damai, teratur dan penuh kekeluargaan serta jangan sampai ada kegaduhan, selain itu jangan ada sikap mengintimidasi pihak pengadilan,” ucap Aspihani menirukan ucapan pak Mardani H Maming.
Aspihani pun menyampaikan alasannya yang mendasar atas aksi yang akan dilaksanakan untuk menegakkan kebenaran di Banua.
“Kebenaran akan tegak, hukum harus kita angkat sebagai PANGLIMA dan Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap TERCIUM juga. Kita percaya bahwa HUKUM itu masih ada di BUMI LAMBUNG MANGKURAT ini,” tegasnya.
Disaat ditanya lagi oleh awak media mengenai massa yang akan turun menyampaikan pendapatnya, Aspihani menjawab dengan rinci bahwa tidak benar dalam aksi tersebut setiap peserta mendapatkan uang sebesar Rp 250.000,- perorang.
“Kita akui, peserta benar kita berikan uang transportasi dan konsumsi, namun dalam batas kewajaran. Tidak benar perorang mendapatkan Rp 250ribu, itu hanya issue untuk menjatuhkan harkat dan martabat saja” ujarnya.
Aspihani pun menyampaikan, dalam aksi yang akan dilaksanakan tidak melakukan orasi sebagaimana aksi demo yang pernah dilakukan. Dalam aksi akan dilakukan selembut mungkin sebagai cerminan kepribadian bapak Mardani H Maming.
“Aksi nantinya kita laksanakan selembut dan sesederhana mungkin, kita akan membagikan bunga-bunga dan juga akan menyundurkan lembaran kain guna minta tanda tangan masyarakat sebagai bukti dukungan moral bahwa hukum itu masih bisa di tegakkan sebagaimana lazimnya penegakan hukum itu sendiri,” tukasnya.
( Syaiful/Endo/Hendar)
Halaman : 1 2












