Tangerang,Liputan86.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, sekitar 12 kecamatan di wilayahnya, kerap dilanda banjir terutama saat musim hujan akhir tahun 2022 ini. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada.
“Untuk yang banjir itu di Kecamatan Kelapa Dua, Pasar Kemis, Tigaraksa, Cikupa, Teluknaga, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Gunung Kaler, Mekar Baru, Jayanti, Balaraja,” kata Ujat Sudradjat Kepala BPBD Kabupaten Tangerang seperti di kutip dari liputan 6 pada tgl.(12/11/2022.)
”Pada kenyataannya, banyak sekali fungsi resapan air di kabupaten Tangerang yang semakin habis” demikian menurut Direktur Eksekutif Komunije Tangerang Utara yang juga penggiat konservasi Budi Usman dalam keterangan tertulisnya Senen (14/11/2022)
Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang mengamanatkan yang menyatakan bahwa dalam suatu wilayah harus ditetapkan 30% wajib dari daerah aliran sungai (DAS) adalah kawasan hutan atau konservasi . ”Sebab itu, seharus juga pesan tersebut ada dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang” demikian jelas Budi Usman yang biasa di safa Budus.
Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang juga
disebabkan beberapa faktor lain.Salah satunya adalah daerah resapan air yang hilang karena dibangun untuk pemukiman/perumahan dan area komersil .
“Budus, mengharapkan agar daerah resapan air yang ada jangan sampai hilang untuk membangun perumahan. Karena dampak banjir yang menimpa ribuan warga tentu menimbulkan duka yang mendalam, termasuk penanganan upaya pemulihan pasca banjir.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













