Yogyakarta,liputan86.com – Basic pendidikannya Sarjana ekonomi. Tapi, perempuan cantik ini , lebih
enjoy “main” property dan kontraktor. Selain itu, Yuyun Triastuti SE, juga bergelut disektor pariwisata. Dia mengelola Pakuwon Guesthose, tempat penginapan yang lokasinya di kawasan Malioboro. Belum cukup sampai disitu, Jenk Yun, begitu panggilan akrabnya, masih pula menekuni bidang jurnalis.
Tidak sibukkah dengan aktifitas yang seabrek itu ? Jenk Yun mengaku tinggal bagaimana memenej waktu.
“Ndaklah, kita pandai2 mengatur waktu aja, apalagi jurnalis bagi Jenk Yun adalah giat sampingan yang lebih tepat dianggap hobby.
“Saya inventigasi sesekali saja, selebihnya banyak menulis artikel”, ujarnya sambil mengumbar senyum merekah. Saat ini dia memang tercatat sebagai salah satu redaktur pada sebuah media online yang beralamat redaksi di Jakarta
Lantaran aktifitasnya didunia pers itulah Jenk Yun didaulat menjadi Bendahara Pengurus Wilayah perkumpulan Media Independen Online (MIO) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ngobrol disela pelantikan yang berlangsung di The Rich Jogja Hotel, Rabu 10 Nopember 2021, memang menyenangkan. Jenk Yun menggunakan seragam MIO, dibalut hijab pink, makin membuat penampilannya terlihat anggun.
Perempuan kelahiran Jakarta yang menyelesaikan pendidikannya di UPN Yogya ini ternyata juga menggeluti produk ramuan tradisional. “Saya ingin memberikan tips cantik lewat ramuan herbal warisan leluhur yang diraciknya.
Di kalangan MIO Indonesia, khususnya Yogya, sosoknya bukan asing lagi. Apalagi kulitnya putih langsat, wajahnya yang imut dengan balutan hijab ditambah ulasan senyumnya kepada siapa pun, membuatnya mudah dikenali.
Belum lagi tubuhnya yang sintal, ditambah gayanya yang periang, mudah gaul dan seksi membikin fantasi kaum Adam bakal liar, bak Joko Tingkir yang menemukan selendang dari bidadari yang tertinggal di sungai saat mandi.
Tubuhnya dibalut uniform MIO-Indonesia – baju putih berlengan panjang, plus jas berwarna biru yang rada-rada ketat, membuat gambaran lekukan tubuhnya. Ia terlihat seperti anak kampus, kendati usianya di sudah menginjak kepala 4
“Saya menerima pinangan duduk jadi pengurus, MIO” ujarnya, seraya jemari kanannya yang lentik.Tiba-tiba, ia terdiam sejenak. Matanya terpejam. Giginya yang putih itu, sedikit menggigit bibir bawahnya. Ia menghela nafas panjang. Siku tangan kanannya diletakan di atas meja, seraya menyorongkan wajahnya ke depan, bertopang dagu. Telunjuk kirinya bergerak perlahan-lahan, menyentuh badan gelas.
Halaman : 1 2 Selanjutnya












