“Saya prihatin, kosmetik saat ini banyak menggunakan bahan kimia. Itu bahaya bagi perempuan Indonesia,” ujarnya, tetap posisi bertopang dagu. Sebab, penggunaan bahan kimia berlebihan, entah itu pemutih, akan menimbulkan dampak bagi kulit. Apalagi kulit yang sensitif.
Padahal, Indonesia dengan warisan leluhurnya, kaya akan ramuan-ramuan mempercantik diri, termasuk bagian-bagian intim pribadi. “Kenapa sih harus minded luaran,” tandasnya. Mimik wajahnya sedikit kecewa. Keningnya sedikit berkerut.
Jenk Yun menyebut, perempuan-perempuan dahulu, merupakan inspirasi kecantikan yang tiada taranya. Kisah Ken Dedes lantaran “angin nakal” sehingga betisnya terlihat membuat Ken Arok semaput untuk memilikinya, ataupun kisah Roro Mendut yang berjualan rokok termahal di dunia bila menyalahkan rokok di dalam kebayanya, ataupun kisah Nyi Dayang Sumbi dengan Sangkuriang-nya.
Jenk Yun mengaku, kekesalannya itu, membuat adrenalinnya bergejolak. Ia tak ingin berkutat dengan rasa sesal. Tapi, dijadikannya motivasi, ingin memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia; mereka itu cantik, sensual, khususnya perempuan Jawa yang langsat dan tubuh aduhai. “Itu harus diakui,” tandasnya dengan nada yang cukup tinggi.
Makanya, ia berusaha menggali ramuan leluhur. Alhasil, lahirlah produk-produk ramuan herbal asli leluhur, jauh dari penggunaan bahan kimia.Sekedar contoh, Jenk Yun menyebut nutrisi kulit dari sabun, diraciknya dari ekstrak dan minyak tumbuhan. Bukan hanya kehalalannya terjamin, juga kualitasnya masuk ke kelas sabun premium.
Konsumen yang sudah mencoba, rata-rata mereka mengaku dapat mengembalikan kembali yang telanjur rusak, sehat dan normal. “Cause beauty is you,” desisnya perlahan, seraya menyebut banyak yg kepincut dengan produk kecantikannya
“Biar pelayanan dan distribusinya optimal,” jelasnya seraya menyebut marketnya tak hanya seantero Nusantara
“Jujur saja, saya puas jika produk kami dapat mengembalikan kecantikan perempuan Indonesia,” ulangnya sekali lagi. Minimal, obsesinya membagi rahasia kecantikan, dapat dirasakan semua perempuan Indonesia.
“Saya juga bisa jadi testimoni” ujar Jenk Yun seraya menggulung lengan jas MIO nya, memperlihatkan lengannya yang mulus dan segar. Penulis geleng kepala sambil menelan liur. Merasa diperhatikan, Jenk Yun, berkata genit
“Iihhh, kamu nakal ya,” ujarnya tersenyum. Nun ditengah sayup-sayup suara pemberitahuan panitia bahwa acara pelantikan akan dimulai.Maka kami pun menyudahi obrolan (yandri)
Halaman : 1 2












