Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk membantu TNI mensukseskan program pembangunan lintas sektoral di Kalinusu itu.
Sementara Dansatgas TMMD Reguler, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan menjelaskan, seremonial pelimpahan tersebut, menandakan anggaran senilai Rp. 1,09 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng Rp. 195 juta, dan dari APBD Kabupaten senilai Rp. 900 juta, akan digunakan khusus untuk merampungkan sejumlah sasaran fisik dan berbagai sasaran non fisik terprogram selama 30 hari ke depan.
“Mabes TNI juga menggelontorkan anggaran senilai Rp. 339,3 juta, yang akan digunakan untuk operasional SSK Satgas TMMD,” paparnya.
Untuk sasaran fisik meliputi, pembukaan jalan setapak untuk membuka salah satu dusun yang terisolasi (Kedung Kandri) sepanjang 1.670 meter lebar 4-6 meter (RAB), pembangunan talud di kanan kiri jalan sepanjang 2.750 meter tinggi 0,5 – 1,5 meter, pekerjaan 3 plat deker, dan 1 gorong-gorong.
Sedangkan sasaran tambahan yakni, rehab 5 unit RTLH senilai masing-masing Rp. 10 juta. Over prestasi fisik saat Pra TMMD yaitu pembuatan MCK semi permanen di pinggir Lapangan Sepakbola Kalinusu, dengan fasilitas 4 closet dan 1 kamar mandi.
Sasaran non fisik berupa penyuluhan/sosialisasi terprogram yaitu Penghijauan, Pertanian, Peternakan, MKRPL (Model Kawasan Rumah Pangan Lestari), Bencana Alam, Hukum Terpadu, Kesehatan, KB Kes, Anatomi Teroris, Kamtibling, Perizinan, Nakertrans (Tenaga Kerja dan Transmigrasi), UU Perkawinan, P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), serta PPBN (Pendidikan Pendahuluan Bela Negara).
Untuk pelayanan yaitu Akte Kelahiran, KB, dan Pusling (Perpustakaan Keliling), serta direncanakan ada pasar murah di penutupan TMMD Reguler pada 21 Oktober mendatang. (Fahry)
Halaman : 1 2













