“Setelah salah satu agen BRILink bilang nama saya masih dapat PKH, yasudah saya langsung menemui pendamping sosial berinisial L, yang bilang saya sudah engga dapat dana PKH lagi pada awal 2018,” tuturnya.
Karena tidak ada penjelasan yang jelas, akhirnya Sa’diah pulang ke rumah. Tiba-tiba sekitar 10 menit kemudian, ada seorang yang mengaku disuruh L, untuk memulangkan kartu ATM PKH dan buku tabungannya.
“Bahkan, orang suruhan L minta dia jangan dibawa-bawa. Karena dia hanya disuruh L. Nah, setelah nerima kartu ATM PKH dan buku tabungan, dua hari kemudian saya langsung cetak rekening koran untuk mengetahui transaksi yang tercatat dari buku tabungan PKH saya. Ternyata, masih ada uang masuk dan uang keluar dari rekening PKH saya pada 2018 dan 2019,” tuturnya.
Di tempat terpisah, saat ingin dikonfirmasi wartawan di kediaman L, pada Senin (1/2/21) siang, seorang pria yang mengaku suami L mengatakan, L sedang kerja di salah satu klinik di wilayah Karawaci, Kota Tangerang. L biasa pulang malam.
Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu wartawan mencoba untuk kembali meminta keterangan dari L. Di depan kediaman L, wartawan tersebut mencoba menghubungi nomor L dahulu. Namun yang mengangkat telepon adalah suami L. “Istri saya belum pulang. Maaf ya saya mau istirahat,” pungkasnya.
(Red)
Halaman : 1 2












