Ketua Deputi Organisasi FPII : Ade Yasin Jangan Pecah Belah Wartawan dan Menyebar Fitnah

- Redaksi

Jumat, 18 Juni 2021 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 8 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayang sekali Bu Ade Yasin memilih untuk menanamkan sikap suudzon dan memecah belah komunitas insan pers dengan label “Bodrek”, “bodong”, dan istilah-istilah lainnya yang melecehkan profesi mulia ini. Dia juga dengan arogan berkata bahwa dia membawa “wartawan asli” untuk meliput kegiatannya.

Oh! Wartawan asli! Bupati Ade Yasin mulai menyerempet ke soal kebebasan pers, yang dijamin undang-undang.

Apa itu wartawan asli? Apakah dia wartawan yang penurut kepada narasi pemerintah? Apakah dia wartawan yang berteman dengan pemerintah? Atau dia bagian dari perusahaan pers yang memiliki kedekatan dengan elemen pemerintah? Sedianya Bu Ade Yasin mengklarifikasi pernyataannya ini.

Sebenarnya, di era keterbukaan dan kebebasan pers, pada prinsipnya tidak ada “wartawan asli” atau palsu atau abal-abal dan sebagainya. Yang ada hanya orang-orang pencari informasi. Wartawan, yang bernaung di bawah perusahaan pers dan organisasi pers, adalah pencari informasi yang profesional. Yakni, mereka melakukannya sebagai profesi dan mata pencaharian. Kalau ada yang merasa ditakut-takuti atau diperas, maka yang bermasalah sebenarnya bukan pencari informasinya, tapi dirinya sendiri yang ogah bersikap terbuka, atau mungkin menutupi sesuatu.

Sungguh, sangat mudah bagi pejabat yang merasa diperas oleh siapapun, mereka tinggal melaporkannya kepada polisi, tidak perlu Bupati berkoar-koar di hadapan publik seperti ini.

Masalah yang dihadapi rakyat dan para pejabat publik dalam membangun negeri ini begitu banyak dan jauh lebih besar dari urusan “Bodrek”. Bahkan dalam hal media, publik masih sering kali disuguhkan oleh pemberitaan yang tendensius, berita palsu (fake news), Hoaxs, dan beragam berita-berita sampah yang tidak bermutu yang dimuat di semua lapisan media dari yang kecil hingga media-media arus utama. Ini sungguh masalah yang jauh lebih besar dari wartawan “Bodrek” di desa-desa.

Wartawan adalah profesi yang mulia dan sangat penting. Lecehkan wartawan, maka wartawan tidak akan tinggal diam. Bupati Bogor Ade Yasin cepat atau lambat akan menyadari itu.

Ketua Deputi Organisasi FPII Noven Saputera meminta kepada Bupati Ade Yasin untuk tidak memecah belah dan menyebar fitnah kepada wartawan.

Terutama  perkataan Ade Yasin di mana,”Hari ini saya bawa wartawan asli untuk kegiatan Boling ini, Wartawan Bodrex pasti minggir”.

“Sebutan wartawan bodrek itu sangat tajam dan terkesan merendahkan bahkan masuk kategori melecehkan profesi para kuli tinta . Seorang Ade Yasin yang menjabat sebagai Bupati harus mencabut kembali ucapannya sekaligus meminta maaf,” tegas Noven.

Ditegaskan kembali, seharusnya sebagai Bupati tidak sepantasnya mengkerdilkan profesi wartawan,karena suatu penghinaan terhadap seorang wartawan dan profesi jurnalistik menurut UU Pers dapat dikenakan sanksi pidana.

Ade Yasin juga jangan hanya bicara tanpa bukti,itu akan masuk dalam konotasi Fitnah,hati hati dalam berbicara

seperti kata pepatah Mulutmu adalah Harimaumu, tutup Noven Saputera,

Sumber : Presidium FPII

Berita Terkait

Pengajian Dua Minggu Sekali BPPKB Banten DPAC Teluknaga Rutin Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiah Antar Anggota
Maulid Nabi dan STQ ke-4 Digelar di Tanjung Pasir, 60 Peserta Adu Kemampuan Al-Qur’an
STQ Ke-4 Desa Kampung Melayu Timur Digelar Meriah, Camat Teluknaga: Momentum Cetak Generasi Qur’ani Berprestasi dan Berakhlak Mulia
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Majlis Ta’lim Bani Qosim dan Majlis Dzikir Para Pencari Tuhan Gelar Pengajian Penuh Hikmah
Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Sukasari, Desa Pangkalan – Teluknaga, Momentum Perkuat Persatuan, Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
BPPKB BANTEN DPAC Teluknaga Pererat Silaturahmi dan Kepedulian, Ketua Mandor Donie Hadiri Tahlilan Hari Ketiga Almarhumah Nuryanih
Kopi Darat Ketua Mandor Donie Bersama Owner Ayam Geprek Kaka Alika, Bahas Ekspansi Usaha Cabang Baru
Pembina BPPKB HDS DPC Kota Tangerang, H. Ero Kusnandar, S.H. Genap Berusia 54 Tahun, Doa dan Harapan Mengalir Untuk Sosok Pembina Yang Menginspirasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Kampung Melayu Barat Sambut Era Digital, “Teras Desa” Jadi Terobosan Baru Tampung Aspirasi Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Dorong Desa Transparan dan Digital, Binwasdes Teluknaga Gelar Optimalisasi Pembinaan di Babakan Asem

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Musrenbang Desa Rawa Burung Bahas RKP Desa 2027 dan Daftar Usulan Pembangunan 2028

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Optimalkan Pembangunan 2027, Desa Muara Sahkan RKP Desa Melalui Musrenbangdes

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Paparkan Pembangunan Berdampak Dari Sekolah Baru dan Kesehatan Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Musrenbangdes Desa Lemo Bahas Perubahan RKPDes 2026 dan RKPDes 2027, RTLH Hingga Sumur Bor Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Musrenbangdes 2027, Desa Tanjung Burung Fokus Infrastruktur, Ketahanan Pangan Hingga Penanganan Sampah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:54 WIB

PEMDES TANJUNG PASIR GELAR MUSREMBANGDES, BAHAS DAN SAHKAN RKP DESA TAHUN ANGGARAN 2027

Berita Terbaru