Safrina Salim pun mengajak masyarakat untuk mengikuti program BKKBN, seperti program gerakan makan telur, program dahsyat, kampung KB, dan Aplikasi ELSIMIL untuk Cegah Stunting, serta program lainnya.
Sementara itu Perwakilan BKKBN Banten ibu Indah Susanti mengatakan saat ini angka stunting di Banten sudah menurun menjadi 20 persen. Padahal Target pemerintah di tahun 2024 yaitu turun menjadi 14 persen.
“Dengan sisa waktu satu tahun ini, mudah-mudah kita semua, baik BKKBN dan semua pihak pemerintah dan masyarakat terus berjuang menurunkan angka stunting ini di wilayah kita. Semoga apa yang kita harapkan dapat tercapai.” ungkapnya
Selain itu Indah Susanti pun mengajak remaja untuk mengkonsumsi tablet penambah darah. Dan ibu yang sedang hamil harus periksa kehamilannya maksimum 4 kali atau sampai 8 kali ke puskesmas maupun ke rumah sakit.
“Dan ibu yang sedang menyusui harus makan bergizi seimbang, dan badutanya harus rajin dibawa ke posyandu. Itu semua untuk kesehatan ibu dan anak mencegah stunting,” tuturnya
Sementara itu Yuni lia astuti dari DP3AP2KB Kota Tangsel mengatakan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronik yang ditandai tinggi badannya berada di bawah standar. Saat ini angka stunting di Tangsel sudah menurun menjadi 9 persen.
“Salah satu cara mencegah stunting yaitu saat ibu hamil sampai menyusui harus mengkonsumsi gizi seimbang, dan makan makanan yang mengandung protein hewani seperti Ikan dan ayam,” terangnya
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, seperti dari ibu-ibu pengajian, kader-kader, pedagang, generasi milenial, Pemuda pemudi, RT/RW, mahasiswa, anak muda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya. Dan masyarakat pun antusias mengikuti kegiatan tersebut.”tegasnya
(Aris)
Halaman : 1 2












