Pemalang, Beberapa warga Desa Nyamplungsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Jawa tengah yang mengaku menempati tanah Bantaran laut sejak nenek moyangnya kini terancam Terusir dari tempat yang ia tempati secara turun temurun
Warga mengaku bahwa tanah yang ia tempati adalah tanah Trukonan atau tanah bantaran laut yaitu tanah negara yang sebelumnya tidak bisa ditanami namun oleh warga ditanami kayu dan tanaman lainnya ,hingga akhirnya bisa ditanami dan beberapa ada yang ditempati warga, namun betapa kagetnya warga Setelah sekian lama, ada yang mengklaim tanah tersebut dan meminta warga untuk mengosongkan lahan tersebut,
beberapa lokasi kini mulai dikuasai, Warga sudah berupaya dengan berbagai cara dari menyewa pengacara agar empat orang warga yang sudah di sidangkan kedua kalinya dapat bebas dan lain sebagainya namun keberuntungan belum berpihak kepada warga,
Kini warga penghuni lahan bertambah kesedihannya, dengan maksud mempertahankan lahan yang ia tempati malah terjerat kasus hukum yang melengkapi dan menambah kesedihan, kini makin menambah kesengsaraan.
Mbah Tunut yang dikenal getol melakukan perlawanan kini harus mendekam dijeruji besi bersama 11 orang kawannya, tersandung kasus penganiayaan terhadap anak buah oknum Penguasa yang ia anggap mengancam kepemilikan lahannya, Ada Dimana Keadilan Bagi Rakyat Kecil Ucap Mbah Tunut Sambil Meneteskan Air Mata Kesedihannya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














