Sementara terkait bentuk gapura Majapahit yang terbelah dua kiri dan kanan, menurut Pangkoarmada II hal tersebut adalah simbol dari Rwa Bhineda dalam kehidupan. Yakni sifat positif dan negatif, yang selalu melengkapi kehidupan sehingga saling berdampingan.
“Rwa Bhineda dapat juga disimbolkan dengan laki-laki dan perempuan yang saling berdampingan, dan menghasilkan kehidupan baru. Selain itu gapura di desain meniru candi bentar Majapahit, adalah untuk mengenang kebesaran Majapahit yang pernah berjaya di tanah air Indonesia. Semoga kemegahan Majapahit dapat menular ke Pura Segara Kenjeran, ” ujar Laksda Sudihartawan yang disambut sukacita umat Pura Segara yang hadir.
(Pen2).
Halaman : 1 2













