“Rekan media disini bisa melihat dampak proyek turap sekunder untuk aliran airnya tertutup tumpukan tanah,sehingga sawah-sawah yang ada disini mengalami puso, rusak dan sudah jelas akan berimbas kepada perekonomian kita semuanya,” pungkasnya.
Sementara itu, Yudi Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Ranca labuh dua, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, mengungkapkan bahwa dirinya sangat kecewa dengan sebuah perjanjian dari pihak PT Tirta Restu Ayunda.
“Saya kecewa dengan PT Tirta Restu Ayunda, karena telah ingkar janji dengan para petani disini, dimana kesepakatan yang tadinya air itu akan dialirkan tetapi sudah beberapa bulan ini tidak dialirkan,” ungkap Yudi Ketua Poktan Desa Ranca Labuh dua, kepada awak media.
“Semoga pihak pemerintah dan Dinas terkait, serta PT Tirta Restu Ayunda segera datang ke lokasi meninjau persawahan yang terdampak kekeringan untuk melakukan tindakan terkait tersebut,” imbuhnya.
(Aris)
Halaman : 1 2













