Pada kesempatan yang sama menyampaikan, selain kedudukan sholat lima waktu bagi umat Islam adalah merupakan media komunikasi diri dengan Allah SWT dan tempat memohon petunjuk, bimbingan, perlindungan dan berserah diri atas perbuatan, perkataan dan tingkah laku yang telah dilaksanakan selama lima kali.
“Peringatan Isra Mi’Raj merupakan saat tepat bagi kita untuk merenung dan menginstrospeksi diri kita, dengan harapan kita semua sebagai diri pribadi dan sebagai anggota Korem 071/Wijayakusuma maupun sebagai warga masyarakat dapat meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT”, harapnya.
Sementara itu, penceramah Bp KH. Drs. Taefur Arofat,M. Pd. I. menyampaikan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan kehendak Allah SWT untuk menerima perintah melaksanakan sholat lima waktu bagi umat Islam. “Perjalanan Nabi Muhammad SAW yang ditempuh dalam waktu semalam adalah wujud salah satu kebesaran Allah SWT yang diperlihatkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW”, katanya.
“Sebagai umat Rasulullah, kita harus dapat mensyukuri dan menerima apa yang kita terima dengan ikhlas agar apa yang kita miliki menjadi barokah bagi diri kita dan orang lain”, lanjutnya.
Selain hal tersebut, penceramah juga mengajak kepada para prajurit dan PNS agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Sholat lima waktu sebagai benteng utama yang membimbing manusia menuju kemuliaan serta menghindarkan diri dari perbuatan keji dan munkar untuk mencapai kecintaan dan keberkahan Allah SWT semata”, terangnya.
“Sebagai hambanya, marilah kita sadari bersama agar kita dapat mempedomani dalam kehidupan kita sehari-hari baik Hablum Minallah yang mewajibkan kepada kita selaku umat muslim untuk melaksanakan perintah sholat dengan sebaik-baiknya maupun Hablum Minannas yang selalu berupaya untuk berbuat baik dengan sesama umat manusia”, himbaunya. (Sur)
Halaman : 1 2












