“Kita tidak boleh ambil keuntungan pribadi tetapi tidak melihat dampak buruk proyek tersebut, terlihat juga proyek tidak ada papan informasi, masyarakat tidak tahu berapa anggaran dana pembangunan itu,
proyek pekerjaan tanpa menggunakan papan nama adalah indikasinya sebagai salah satu trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggarannya dan sumber anggaran darimana,” ucap Aktivis Pantura Supriyadi Putra Daerah kepada liputan86.com, Jumat (11/11/2022).
Lanjutnya, ia mengatakan bahwa “Sebelum dan saat dimulainya pekerjaan, pelaksana seharusnya memasang papan informasi proyek agar seluruh masyarakat mengetahui serta bisa memonitoring pekerjaan tersebut,” jelasnya.
Saat liputan86.com memonitoring ke lokasi proyek dan menanyakan kepada salah satu pekerja di lapangan yang identitasnya tidak disebutkan mengatakan” Saya hanya sebatas pekerja saja, lebih jelasnya terkait papan proyek tanyakan pelaksananya Basit,” ujarnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak pelaksana Basit dan pengawasan dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang tidak bisa dihubungi dan menanggapi.
(Aris)
Halaman : 1 2












