Tangerang,Liputan86.com-Dinilai mengganggu kenyamanan karena bising dan banyak aktivitas kendaraan besar, warga Kampung kelor RT 03/RW 01 Kecamatan Sepatan Timur mengeluhkan proyek pengurukan tanah.
Salah satu warga yang sedang berunjuk Rasa di depan kantor desa kelor, Kecamatan sepatan timur, MM mengatakan, bahwa masyarakat mengeluhkan adanya proyek pengurukan, karena mobil-mobil truk pengangkut tanah tersebut menimbulkan bising, debu dan kemacetan, yang membuat aktivitas warga serta anak sekolah terganggu. Selain itu, mobil truk bertonase berat bisa merusak jalan.
“kami merasa terganggu adanya proyek pengurukan, karena berisik, ngebul dan merusak jalan, kami minta proyek tersebut ditutup,” kata MM kepada media liputan86.
com.” sabtu (08/04/23).
selain menimbulkan bising, ngebul, dan macet, mobil bertonase berat tersebut bisa membahayakan anak-anak yang lalu lalang di jalan desa tersebut. Dikarenakan bisa menyebabkan laka lantas.
“Kita juga khawatir anak-anak yang bermain takutnya terserepet mobil yang melintas. Kemudian saat mobil truk tersebut berpapasan jadi macet, ini jelas sangat mengganggu pengguna jalan,” tukasnya.
Menurut Ibu yang akrab disapa mba ONah, bahwa proyek pengurukan yang saat ini sedang berjalan, pernah memberikan uang 50 ribu itupun waktu pertama kali dan sudah 5 bulan yang lalu kepada warga sekitar.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














