“Untuk di Desa kelor di sekitaran tempat tinggal saya, proyek tersebut belum pernah memberikan uang lagi hanya sekali saja,” tuturnya.
Senada, salah satu warga kelor Kecamatan Sepatan timur, berinisial DD mengaku, bahwa dia bersama warga lainnya merasa terganggu semenjak adanya proyek pengurukan di Jalan MH Thamrin Kampung kelor Pasalnya, bila jalan desa setiap hari dilintasi mobil bertonase berat akan cepat hancur,dan debu debu akan merusak lingkungan sekitar nya.
“Sangat mengganggu sekali proyek pengurukan ini soalnya jalan poros desa kita kecil, kalau ada mobil yang keluar dua atau tiga unit berpapasan tidak bisa lewat. Kemudian banyak anak kecil yang bermain takut tertabrak, dan jalan bisa hancur,debu debu menjadi penyakit bagi warga berharap Urugan ini saya minta ditutup,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, warga lainnya, berinisial L, menyebut mobil berat yang membawa tanah untuk proyek pengurukan di Kampung kelor di Jalan MH Thamrin menimbulkan debu debu. Dia berharap, proyek tersebut dihentikan dan tidak boleh beroperasi lagi.
“Termasuk saya merasa terganggu, karena banyak debu ngebul jalan jadi kotor. Kemudian kalo hujan jadi becek licin, karena berat mobil tersebut tidak sesuai dengan kekuatan jalan, saya juga menolak adanya pengurukan dan harus ditutup,” cetusnya.
Sementara itu, pihak proyek dan pengembang ketika di konfirmasi tidak ada tanggapan, seperti sepak bola saja lempar sana sini. “Tandasnya.
(Aris)
Halaman : 1 2












