Tangerang, onlineindonesia.id
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai pertemuan antara Ismail Marzuki, yang akrab disapa Ketua Mandor Donie, selaku Ketua BPPKB Banten 98 DPAC Teluknaga, dengan Al Habib Hamid Naufal bin Alwi Alkaff di Rumah Makan Wong Kudus, Soto Kudus & Garang Asem depan Mall TangCity, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar menjadi ajang makan bersama, melainkan momentum silaturahmi yang memiliki makna mendalam. Pasalnya, kedua Tokoh tersebut kembali bertatap muka setelah selama Puluhan Tahun tidak berjumpa.
Rasa haru, bahagia dan kegembiraan pun terlihat dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut. Berbagai cerita masa lalu kembali dikenang, sementara suasana kekeluargaan semakin terasa ketika keduanya saling bertukar kabar dan pengalaman.
Pertemuan yang awalnya menjadi ajang melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu itu kemudian diisi dengan Pesan-pesan Keagamaan yang disampaikan Al Habib Hamid Naufal bin Alwi Alkaff melalui Kultum singkat.
Dalam kesempatan tersebut, Al Habib Hamid mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian terhadap sesama, terutama kepada Orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan.
Menurut pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, bersedekah hendaknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang memiliki kelebihan harta, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan Sehari-hari sesuai dengan kemampuan Masing-masing.
Sedekah Jangan Menunggu Kaya
Pesan yang disampaikan Al Habib Hamid tersebut menekankan bahwa membantu orang lain tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya atau memiliki harta yang berlimpah.
Sedekah dapat dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki. Ketika melihat seseorang sedang membutuhkan pertolongan, maka selama seseorang mampu membantu, hendaknya bantuan tersebut diberikan dengan ikhlas.
Semangat berbagi juga tidak semestinya dilandasi oleh keinginan untuk mendapatkan pujian dari Manusia. Sebaliknya, sedekah hendaknya diniatkan karena mengharap rida dan rahmat Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan bermasyarakat, karena kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu bentuk nyata dari membangun hubungan sosial yang baik.
Al Habib Hamid juga mengingatkan agar seseorang tidak mudah berprasangka buruk atau suuzan terhadap orang lain. Menurut pesan Keagamaan yang disampaikannya, seseorang hendaknya lebih Berhati-hati dalam menilai orang lain karena apa yang terlihat belum tentu menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Al-Qur’an Mengajarkan Keutamaan Bersedekah
Pesan mengenai sedekah tersebut memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, yang menggambarkan besarnya balasan bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan Tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada Seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat tersebut memberikan gambaran bahwa amal berupa infak dan sedekah memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Balasan yang diberikan Allah tidak terbatas pada perhitungan manusia, karena Allah dapat melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang Dia kehendaki.
Karena itu, semangat bersedekah dapat menjadi salah satu bentuk latihan bagi setiap Umat Islam untuk memiliki kepedulian sosial, membantu sesama dan tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.
Jangan Menyakiti Orang Yang Menerima Sedekah
Selain mengajarkan tentang keutamaan berinfak, Al-Qur’an juga memberikan tuntunan mengenai etika ketika memberikan sedekah.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 264, umat Islam diperingatkan agar tidak merusak sedekah dengan Menyebut-nyebut pemberian dan menyakiti perasaan orang yang menerima.
“Wahai Orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan Menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)…”
(QS. Al-Baqarah: 264)
Pesan tersebut menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya persoalan memberikan sesuatu kepada orang lain, tetapi juga menyangkut keikhlasan dan cara memperlakukan penerima bantuan.
Orang yang sedang menerima bantuan tidak seharusnya dipermalukan atau dibuat merasa rendah. Sebaliknya, pemberian hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan tetap menjaga kehormatan serta perasaan orang yang menerima.
Silaturahmi Menjadi Momentum Memperkuat Kepedulian
Dalam konteks pertemuan Ismail Marzuki atau Ketua Mandor Donie dengan Al Habib Hamid Naufal bin Alwi Alkaff, pesan tersebut menjadi bagian penting dari silaturahmi yang berlangsung hangat.
Pertemuan setelah Puluhan Tahun tidak berjumpa tentu menjadi momentum yang sangat berharga. Hubungan yang kembali terjalin setelah sekian lama menunjukkan bahwa silaturahmi memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










