Kab. Tangerang, onlineindonesia.id
Semarak memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan kecintaan Masyarakat terhadap Al-Qur’an, Pemerintah Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menggelar Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-4 tingkat Desa, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Tanjung Pasir tersebut berlangsung meriah dan penuh nuansa keagamaan. Sebanyak 60 Peserta dari berbagai kalangan Masyarakat turut ambil bagian dalam rangkaian perlombaan STQ.
Mengusung tema “Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah Agar Kita Menjadi Masyarakat Tanjung Pasir yang Bersatu dan Jaya,” kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan mengumandangkan Ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta menanamkan Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW di tengah Masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Camat Teluknaga Kurnia, S.STP., M.Si., Kepala Desa Tanjung Pasir H. Arun, S.IP., Ketua TP-PKK Desa Tanjung Pasir Sri Wahyuni, S.E., Ketua LPTQ Ustaz Natik Romadhon, Kepala KUA Kecamatan Teluknaga H. Alqohmi Ashari, Ketua MUI Kecamatan Teluknaga, Dewan Hakim Kecamatan, perwakilan Danposal Eko Wasito, Ketua BPD, Ketua LPM, serta sejumlah tokoh Agama dan tokoh Masyarakat.
Turut hadir unsur keamanan, diantaranya Babinsa Sarip Hidayatullah dan Binmas Yudi Cahyono. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk PT Merak Beton dan PT PIK-2 sebagai sponsor.
STQ Jadi Wadah Mencetak Generasi Qur’ani
Kepala Desa Tanjung Pasir H. Arun mengatakan, pelaksanaan STQ tingkat desa tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Tahun. Menurutnya, STQ menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas kehidupan Keagamaan sekaligus memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan prestasi di bidang Al-Qur’an.
“STQ ini setiap Tahun kita adakan di tingkat Desa Tanjung Pasir. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan mendorong generasi muda kita agar bisa berprestasi ke tingkat Kecamatan sampai Kabupaten,” ujar H. Arun.
Ia berharap para peserta yang mengikuti STQ tidak hanya menjadikan perlombaan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan Sehari-hari.
Menurutnya, semangat mencintai Al-Qur’an perlu terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal Keagamaan sekaligus karakter yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Camat Teluknaga: STQ Harus Jadi Momentum Pembinaan

Sementara itu, Camat Teluknaga Kurnia, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Desa Tanjung Pasir yang secara konsisten menyelenggarakan STQ tingkat Desa.
Kurnia berharap pelaksanaan STQ ke-4 tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial atau perlombaan Tahunan, melainkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan generasi Qur’ani secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan STQ di Desa Tanjung Pasir. Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi Anak-anak serta generasi muda dalam bidang Al-Qur’an,” kata Kurnia.
Menurutnya, keberadaan STQ di tingkat Desa memiliki peran penting dalam menemukan Bibit-bibit Qari dan Qariah yang nantinya dapat dibina untuk mengikuti perlombaan pada tingkat Kecamatan, Kabupaten, bahkan Provinsi.
“Harapan kami, pelaksanaan STQ tahun ini bisa berjalan lebih baik, semakin banyak Anak-anak dan generasi muda yang tertarik untuk belajar serta mencintai Al-Qur’an. Dari tingkat Desa inilah kita berharap muncul qari dan qariah terbaik yang nantinya dapat membawa nama Desa Tanjung Pasir dan Kecamatan Teluknaga ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kurnia juga mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap kegiatan Keagamaan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu memberikan motivasi kepada Masyarakat untuk terus membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an juga harus tercermin dalam kehidupan sosial, sehingga tercipta masyarakat yang religius, rukun, bersatu dan saling menghargai,” tutur Kurnia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










