Kab. Tangerang, onlineindonesia.id
Majelis Ta’lim Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten DPAC Kecamatan Teluknaga kembali menggelar kegiatan Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Dua Minggu sekali, tepatnya pada Selasa malam Rabu.
Kegiatan Keagamaan tersebut berlangsung dalam suasana penuh Kekeluargaan dan kebersamaan. Selain menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman Keagamaan, Pengajian rutin ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pengurus dan Anggota BPPKB Banten, baik tingkat DPAC maupun Ranting, untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun komunikasi yang semakin baik.
Pada kegiatan kali ini, Pengajian dilaksanakan di kediaman Ustadz Mansyur, selaku Ketua Majelis Ta’lim BPPKB Banten DPAC Kecamatan Teluknaga. Kehadiran jajaran Pengurus dan Anggota dari berbagai unsur semakin menambah semarak kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Pengurus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Pengurus serta Anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan Pengajian rutin.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang sudah hadir pada malam hari ini, baik dari DPAC maupun Ranting. Mungkin tidak bisa saya sebutkan satu per satu, namun hal tersebut tidak mengurangi rasa hormat dan takzim saya kepada seluruh Keluarga besar BPPKB Banten DPAC Kecamatan Teluknaga,” ujar Ismail Marzuki, yang akrab disapa Ketua Mandor Donie, selaku Ketua DPAC Teluknaga BPPKB Banten.
Menurutnya, kehadiran dalam kegiatan Keagamaan seperti Pengajian bukan Semata-mata untuk menjalankan rutinitas Organisasi, tetapi juga merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam mempererat hubungan persaudaraan.
“Semoga setiap langkah kaki kita yang datang menghadiri Pengajian rutin pada malam hari ini mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiah
Sebelum memasuki inti Tausiah, kegiatan juga diisi dengan pembacaan Shalawat serta doa bersama sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Shalawat serta salam marilah kita curahkan keharibaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua menjadi umat beliau yang mendapatkan syafaat di yaumil qiyamah nanti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ismail Marzuki ( Ketua Mandor Donie ) menekankan, pentingnya menjaga hubungan baik antar Anggota di tengah dinamika sebuah Organisasi.
Menurutnya, Organisasi bukan hanya mengenai struktur, jabatan maupun kegiatan, tetapi juga bagaimana setiap orang yang berada di dalamnya dapat membangun rasa persaudaraan, saling menghargai dan saling mendukung.
“Inilah dinamika dalam berorganisasi. Tidak ada tuntutan dan tidak ada paksaan kepada seluruh Anggota. Yang paling utama adalah bagaimana kita menjalin tali silaturahmi, membangun kekeluargaan dan mempererat Ukhuwah Islamiah,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat maupun dinamika internal merupakan hal yang dapat terjadi dalam sebuah Organisasi.
“Jangan kaget dan jangan heran kalau di dalam Organisasi terkadang ada perbedaan pendapat, kesalahpahaman, kecemburuan sosial ataupun persoalan lainnya. Semua itu harus kita pahami dengan kepala dingin dan diselesaikan dengan komunikasi serta kebersamaan,” lanjutnya.
Menurutnya, keberadaan Organisasi hendaknya tidak dijadikan sebagai sarana untuk mengejar kepentingan pribadi.
“Ketika kita bergabung dalam Organisasi, jangan sampai orientasi kita hanya berpikir tentang apa yang bisa kita dapatkan. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita mendapatkan saudara, memperluas silaturahmi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Hendri OmFrank: Organisasi Harus Menjadi Wadah Mempererat Persaudaraan
Sementara itu, Hendri OmFrank, selaku Sekretaris DPAC Teluknaga BPPKB Banten, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya kegiatan Keagamaan di lingkungan Organisasi.
Menurut OmFrank, Pengajian rutin yang dilaksanakan secara berkala merupakan salah satu sarana positif untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat hubungan emosional antar Anggota.
“Menurut saya, kegiatan Majelis Ta’lim seperti ini sangat penting. Organisasi tidak hanya berbicara mengenai kegiatan sosial maupun Kepengurusan, tetapi juga bagaimana kita membangun Manusia-manusia yang mempunyai rasa persaudaraan, kepedulian dan Nilai-nilai Keagamaan,” ujar Hendri OmFrank.
Ia menambahkan, kegiatan Pengajian diharapkan dapat menjadi ruang bagi seluruh Anggota untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Ketika kita duduk bersama dalam satu Majelis, tidak ada lagi perbedaan antara Pengurus dan Anggota. Kita Sama-sama belajar, Sama-sama mendengarkan nasihat dan Sama-sama mengingatkan dalam kebaikan. Inilah yang harus terus kita jaga,” katanya.
Hendri OmFrank juga mengajak seluruh jajaran BPPKB Banten DPAC Kecamatan Teluknaga dan Ranting untuk terus menjaga kekompakan serta mengedepankan komunikasi apabila terjadi perbedaan pendapat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










