NTT, liputan86. Com – Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Harzeni Paine, S.H., M.A., selaku Wadankolakops Satgas Pamtas RI-RDTL memimpin upacara penerimaan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL dari Yonif RK 744/SYB dalam upacara yang berlangsung di Mako Yonif Raider Khusus 744/SYB di Desa Manleten, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu, NTT, Selasa (13/09/2022).
Satgas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia di wilayah Nusa Tenggara Timur ini, Batalyon Raider Khusus 744/SYB yang ber-homebase di Kota Atambua, Belu yang merupakan dibawah naungan Brigif 21/Komodo. Satgas ini akan melaksanakan penugasan selama sembilan bulan, mulai terhitung September 2022 sampai dengan Juni 2023 di wilayah perbatasan yang dibagi dalam dua Sektor yakni Sektor barat dari Yonkav 10 Dam XIV/HSN dan di Sektor Timur dari Yonif RK 744/SYB Dam IX/UDY.
Amanat Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, S. E., M. M., selaku Pangkolaops Satgas Pamtas RI-RDTL yang dibacakan oleh Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Harzeni Paine, S.H., M.A., bertindak selaku Inspektur Upacara Penerimaan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB menyampaikan, “saya Pangdam IX/Udayana dan selaku Pangkogasgabpamwiltas Darat Pamtas RI-RDTL maupun secara pribadi mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas untuk melaksanakan tugas menjaga perbatasan RI-RDTL Sektor Timur. Kita sadari bersama, tugas bagi setiap Prajurit TNI Angkatan Darat merupakan sebuah kehormatan, harga diri dan kebanggaan. Untuk itu, laksanakan dengan sebaik-baiknya kepercayaan yang diberikan oleh negara kepada Yonif RK 744/SYB dalam menjaga perbatasan RI-RDTL”, ungkap Mayjen Sonny.
Satgas Pamtas RI-RDTL merupakan salah satu bentuk Operasi Militer Selain Perang sebagaimana tertuang jelas dalam Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI demi menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Pengamanan perbatasan adalah cerminan kepribadian bangsa, sehingga setiap prajurit harus mampu menjadi suri tauladan masyarakat sekitar dan menggugah kesadaran mereka untuk ikut serta menjaga tapal batas Indonesia”, tegasnya.
Lanjut Pangdam, “para prajurit sekalian akan melaksanakan pergeseran pasukan menuju pos masing-masing. Laksanakan Serpas dengan tertib, taati peraturan yang berlaku dan utamakan faktor keamanan selama dalam perjalanan. Kemudian setibanya di pos masing-masing, laksanakan serah terima dengan Yonif 743/PSY secara detail. Belanja masalah sebanyak-banyaknya, tanyakan apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, terutama berkaitan dengan tugas pokok baik kepada Komandan Pos Lama maupun anggotanya. Temukan solusi untuk mengatasi segala permasalahan yang ada, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar”.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














