Gubernur bank sentral China Yi Gang mengatakan pada Jumat bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu tidak kebal terhadap guncangan eksternal, dan juga menghadapi tekanan dari wabah COVID.
Menambah sentimen negatif untuk minyak, komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada Kamis (21/4/2022) menunjukkan kenaikan suku bunga yang agresif mendorong dolar AS, yang membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Tapi semua itu datang di pasar yang ketat, yang bisa menghadapi pasokan yang lebih ketat jika Uni Eropa melanjutkan larangan minyak Rusia.
“Situasi yang memburuk di Ukraina meningkatkan tekanan pada Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada minyak Rusia,” kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan. (Gandi/Aedi/Imron)
Halaman : 1 2












