Pada tahun 1995 para pemuda-pemuda Kalimantan yang tinggal di Surabaya yaitu Aspihani Ideris, H Marli, Muhammad Yusran dan H Antung Abdan Syahrani pernah menggagas untuk menerbitkan kembali surat kabar Soeara Kalimantan dengan merubah kalimat nama menjadi Surat Kabar Mingguan Suara Kalimantan. pada waktu itu anak-anak Kalimantan tersebut berstatus sebagai seorang mahasiswa dan santri di Pondok Pesantren Darussalam Pimpinan Tuan Guru Haji Kasful Anwar bin Syech Al ‘Alim Arif Billah Haji Syawani Abdan Bangil Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur.
Mereka berusaha menggalang dana untuk biaya percetakan, namun dana yang terkumpul tidak mencukupi seperti yang diharapkan untuk mencetak media ini. Pada akhirnya penerbitan surat kabar mingguan Suara Kalimantan yang diharapkan terbit oleh para pemuda Kalimantan itu dibatalkan. Namun mereka tetap berkifrah didunia kejurnalisan, yaitu mereka ikut kerja sebagai wartawan di sebuah media di Surabaya, yaitu bernama MEDIA PUBLIK.
Sudah sekian lama Surat Kabar Soeara Kalimantan mati tanpa jejak, akhirnya di tahun 2004 muncul lagi dengan nama Surat Kabar Mingguan Suara Kalimantan yang di gagas oleh pemuda intelektual Kalimantan Selatan yaitu Muhammad Suriani Shiddiq dan Aspihani Ideris, yang beralamat redaksi di Jalan KH Solih Iskandar, Perum Griya Indah, Blok Q No.3-A Bogor. Karena minimnya pendanaan Surat Kabar Mingguan Suara Kalimantan akhirnya hanya bisa bertahan 2 (dua) tahun berjalan.
Tahun 2006 Surat Kabar Mingguan “Suara Kalimantan” muncul lagi walau hanya lewat jalur online (internet) di jalankan oleh para pemuda yang cinta media di Kalimantan Selatan yaitu Aspihani Ideris, Ipriani Suleman Al Kadri dan Fathur Rahman. Pemberitaannya banyak menyangkut pengangkatan kasus-kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang di Kalimantan Selatan serta permasalahan pertambangan batubara.
“Kalau hanya lewat jalur online saya rasa kurang begitu mengena, alangkah baiknya kita terbitkan lagi lewat berupa surat kabar mingguan walaupun secara online tetap kita jalankan juga.” Kata Aspihani Ideris.
Akhirnya tahun 2010 Surat Kabar Mingguan “Suara Kalimantan” muncul lagi dengan tampilan beda dan penamaan menjadi Surat Kabar Mingguan “Suara Kalimantan” yang bertemakan Media Politik, Hukum dan Lingkungan, MENGUPAS MASALAH DENGAN TUNTAS yang di prakarsai oleh aktivis-aktivis OKP-LSM di Kalimantan Selatan seperti MS Shiddiq S.Ag M.Si P.hD, Aspihani Ideris SAP MH, Sjadjali Arsyad Abdis, Denny Setiawan Sos, Dharma Jaya, Ipriani Suleman Kaderi SAB, Gusti Rizali Noor SAP, Fathur Rahman, Badrul Ain S Alafif SH.i MS MH, Kastalani Ideris, Muhammad Mahyuni SH, Normilawati, Drs Abdul Sani M. Pd, Rifka Jaya S.Sos, Irmayanti Kartini A. Mk, Riduan SP, Muhammad Rafik SH. I, Drs H Ilmi Syahrani dan Anang Tony.
Mereka pun atas prakarsa Aspihani Ideris membentuk payung hukum media SUARA KALIMANTAN, dengan membentuk PT LEKEM KALIMANTAN, Badan Hukum Keputusan Menteri Hukm dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-30290.AH.01.01.Tahun 2010, Tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang mana dibuat Akta Notaris No. 2, tanggal 8 Mei 2010 oleh Notaris Hj. Siwi Nursusanti, SE, SH, M.Kn yang diterima pada tanggal 15 Juni 2010, dinyatakan memenuhi syarat dan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kesepakatan dewan prakarsa untuk memegang tapuk pimpinan umum dan sekaligus pimpinan redaksi Surat Kabar Mingguan adalah Aspihani Ideris dan disepakati pula alamat REDAKSI / IKLAN / SIRKULASI di Jalan Gatot Subroto, Kompleks Mandastana IV RT.31 No.45 Banjarmasin Kode Pos 70236, Telp/Fax: (+62511) 742 2662 / (+62511) 325 4304 Mobile: +62811513022 – 0811226884 – 08125116884, E-mail: suaka@suarakalimantan.com dengan wibsite: www.suarakalimantan.com.
Penerbitan dilakukan surat kabar mingguan dan secara online. Untuk pertama kali tersebut perdana Surat Kabar Mingguan tepat pada hari kelahirannya 23 Januari 2010 setiap hari Sabtu dan diedarkan pada hari Senin yang mencetak pertama kalinya di redaksi Radar Banjarmasin dengan cetakan 1000 exsplamper dengan harga jual eceran @ Rp.2500,-
Surat Kabar Mingguan “Suara Kalimantan” mencetak di Radar Banjarmasin hanya bisa bertahan tiga kali terbit karena biaya cetak yang tidak bisa terjangkau oleh redaksi Surat Kabar Mingguan “Suara Kalimantan”. Pada akhirnya pindah cetak ke redaksi Media Kalimantan dengan sekali cetak 3000 axsplamper dengan harga jual eceran tetap sama seperti semula @ Rp.2500,-
Surat Kabar Mingguan “Suara Kalimantan” boleh mati, namun jurnalismenya tetap hidup di platform berita yang sesuai perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat.
Dan sampai sekarang di tahun 2023 ini media Suara Kalimantan selalu berjalan dengan axis nya menyajikan berita yang berbobot dan berkualitas serta nyaman bagi pembacanya.
Ucapan selamat Milad Ke 93 Tahun media Suara Kalimantan berdatangan baik dari kalangan pejabat, pengusaha swasta maupun dari tokoh-tokoh masyarakat.
(Red)
Halaman : 1 2













