Hari Masyarakat Adat 2023, WALHI NTT Gelar Diskusi Bertajuk “Refleksi Ekologis Masyarakat Adat di NTT”

- Redaksi

Senin, 14 Agustus 2023 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Liputan86.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT) menggelar diskusi bertajuk ”Refleksi Ekologis Masyarakat Adat di Nusa Tenggara Timur” dalam rangka memperingati Hari Raya Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang jatuh pada 09 Agustus 2023 pada Jumat, (11/08/23). 

Kegiatan digelar secara daring dan luring di Kantor WALHI NTT, Jl. Budi Utomo III, Kota Kupang yang dihadiri oleh 34 peserta, terdiri dari 19 peserta secara daring dan 15 peserta secara luring dengan menghadirkan narasumber Ketua PH AMAN Nusa Bunga, Maximilianus Herson Loi; Ketua AMAN Sumba, Debora Rambu Kasuatu; Komunitas Penjaga Budaya Helong (KPBH) Kolhua yang diwakilkan oleh Alexius Terianus Bistolen; Direktur Eksekutif WALHI NTT  Umbu Wulang Tanaamah Paranggi; dan Grace Gracellia sebagai moderator.

Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran serta menggalang gerakan kolektif masyarakat guna mendukung dan melindungi kebudayaan serta hak masyarakat adat terutama terhadap proses eksploitasi yang dilakukan negara terhadap lingkungan.  

Direktur Eksekutif WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamah Paranggi mengatakan tanah adat yang merupakan milik masyarakat telah dijarah.

Menurutnya, peraturan yang dibuat pemerintah menganggap tidak ada tanah adat di NTT dan hanyalah tanah bekas pengolahan masyarakat.

“Sejarah mencatat bahwa berdasarkan PERDA no. 8 tahun 1974 tentang tanah bekas pengolahan masyarakat adat menjadi salah satu bentuk peraturan yang menganggap bahwa tidak ada tanah adat di NTT dan yang ada itu hanyalah tanah bekas pengelolaan masyarakat adat. Dari peraturan ini bisa diketahui bahwa tanah adat yang merupakan milik masyarakat adat telah dijarah,” ujar Direktur Eksekutif WALHI NTT Umbu Wulang Tanaamah Paranggi.

Selain tanah adat, ruang kehidupan masyarakat dan hidup masyarakat juga dijarah. Ia berpendapat terdapat pembatasan ruang publik dan meningkatnya angka human trafficking menunjukkan adanya permasalahan ekologis di  NTT.

“Adapun penjarahan ruang kehidupan yang mana dalam hal ini bisa terlihat dari adanya pembatasan ruang publik sehingga akses publik untuk kepentingan publik dibatasi atau bahkan dihalangi. Bukan hanya perampasan sumber daya alam maupun perampasan ruang kehidupan yang menjadi permasalahan ekologis di NTT tetapi juga meningkatnya angka-angka human trafficking yang berasal dari masyarakat adat,” jelas Umbu Wulang

Ia berharap, kedepannya adat di NTT bukan hanya jadi pajangan seremonial para pejabat tetapi dapat dijadikan ajang bersama untuk menjemput saudara-saudari dari berbagai daerah di NTT.

Berita Terkait

Pengajian Dua Minggu Sekali BPPKB Banten DPAC Teluknaga Rutin Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiah Antar Anggota
Maulid Nabi dan STQ ke-4 Digelar di Tanjung Pasir, 60 Peserta Adu Kemampuan Al-Qur’an
STQ Ke-4 Desa Kampung Melayu Timur Digelar Meriah, Camat Teluknaga: Momentum Cetak Generasi Qur’ani Berprestasi dan Berakhlak Mulia
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Majlis Ta’lim Bani Qosim dan Majlis Dzikir Para Pencari Tuhan Gelar Pengajian Penuh Hikmah
Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Sukasari, Desa Pangkalan – Teluknaga, Momentum Perkuat Persatuan, Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
BPPKB BANTEN DPAC Teluknaga Pererat Silaturahmi dan Kepedulian, Ketua Mandor Donie Hadiri Tahlilan Hari Ketiga Almarhumah Nuryanih
Kopi Darat Ketua Mandor Donie Bersama Owner Ayam Geprek Kaka Alika, Bahas Ekspansi Usaha Cabang Baru
Pembina BPPKB HDS DPC Kota Tangerang, H. Ero Kusnandar, S.H. Genap Berusia 54 Tahun, Doa dan Harapan Mengalir Untuk Sosok Pembina Yang Menginspirasi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Musrenbang Desa Rawa Burung Bahas RKP Desa 2027 dan Daftar Usulan Pembangunan 2028

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Optimalkan Pembangunan 2027, Desa Muara Sahkan RKP Desa Melalui Musrenbangdes

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Paparkan Pembangunan Berdampak Dari Sekolah Baru dan Kesehatan Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Musrenbangdes Desa Lemo Bahas Perubahan RKPDes 2026 dan RKPDes 2027, RTLH Hingga Sumur Bor Jadi Prioritas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:54 WIB

PEMDES TANJUNG PASIR GELAR MUSREMBANGDES, BAHAS DAN SAHKAN RKP DESA TAHUN ANGGARAN 2027

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Musrembangdes Tegal Angus Bahas Prioritas Pembangunan 2027, Irigasi dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:02 WIB

Keluarga Besar Pemerintah Desa Tegal Angus Sampaikan Ucapan Milad ke-39 Untuk Camat Teluknaga Kurnia, S.STP., M.Si, Doakan Semakin Amanah Memimpin dan Mengabdi Untuk Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58 WIB

Komarullah, S.H. Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Dukung Polri Terus Profesional Melayani Masyarakat

Berita Terbaru