“Saya berharap bahwa ke depannya adat kita bukan hanya sebagai pajangan seremonial para pejabat tetapi jadikan ajang seremonial pesta kita bersama untuk menjemput saudara-saudari kita dari berbagai daerah di NTT,” pungkas Umbu Wulang.
Selain itu, Alexius Terianus Bistolen dari Komunitas Penjaga Budaya Helong (KPBH) Kolhua juga menyampaikan harapan baik sebagai masyarakat adat yakni pemerintah bisa hadir di daerah asal sebagai guru utama untuk memperhatikan nilai-nilai adat demi pembangunan yang berkeadilan.
“Harapan baik kami sebagai masyarakat adat, hadirlah di daerah asal kita sebagai soko guru utama untuk memperhatikan nilai-nilai adat. Pembangunan Oke, tetapi Pembangunan itu harus sejalan dengan masyarakat adat itu sendiri,” jelas Alexius Bistolen.
Harapan baik juga disampaikan Ketua PH AMAN Nusa Bunga, Maximilianus Herson Loi. Menurutnya perlu adanya komitmen dan perjuangan bersama untuk menyuarakan pembebasan.
“Saat ini NTT sedang dalam ancaman krisis ekologi dan kriminalisasi terhadap masyarakat adat dan masyarakat lokal, untuk itu dibutuhkan komitmen perjuangan bersama untuk tetap menyuarakan akan pembebaasan sehingga HAM itu bisa ditegakkan dan masyarakat adat bisa menjadi subjek hukum yang diakui melalui peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan,” jelas Maximilianus Loi.
Harapan serupa kemudian dipertegas oleh Ketua AMAN Sumba, Debora Rambu Kasuatu. Menurut Debora, anak-anak adat perlu didorong program pemberdayaan masyarakat.
“Pemuda adat dan saudara-saudara yang bekerja di pemerintah mereka harus diperkuat karena mereka adalah anak-anak adat dan perlu didorong program untuk pemberdayaan masyarakat sehingga ketika mereka pulang ke kampung mereka bukan menjadi penyebab masalah yang akan cepat mentukargulingkan wilayah adat untuk ekonomi mereka,” jelas Debora Rambu Kasuatu.
Untuk diketahui, diskusi refleksi ini berlangsung kurang lebih dua jam sejak pukul 17.00 WITA dan tema yang diusung pada Hari Raya Internasional Masyarakat Adat Sedunia tahun ini adalah “Pemuda Adat Sebagai Agen Perubahan untuk Menentukan Nasib Sendiri”. (Rian)
Halaman : 1 2












