Tangerang-liputan 86.com, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV-B/Banten kepada Wali Kota Serang Syafrudin tentang keberadaan Universitas Sutomo di Serang seharusnya tak disikapi berlebihan dan intervensi kekuasaan.
Alasannya, rakyat pun perlu mendapatkan fasilitas akses pendidikan terjangkau. Pernyataan APTISI wilayah Banten yang keberatan dengan adanya
statement meragukan kualitas kampus dengan biaya murah. Dan Penolakan
pembangunan kampus Unpam di Kota Serang yang dilakukan oleh APTISI
sangat tidak mendasar. menilai alasan APTISI Banten yang menolak
pembangunan kampus karena biaya murah merupakan bentuk penyebaran
informasi bohong yang tidak berdasarkan kajian akademis.
Tindakan APTISI Banten yang melakukan audiensi keberatan dengan adanya
kampus Unpam terhadap Walikota Serang merupakan tindakan yang tidak
mencontohkan seorang terpelajar. APTISI dianggap tidak pantas mengeluarkan
pernyataan yang menimbulkan keonaran dikalangan masyarakat.
Hal ini disampaikan salah seorang mahasiswa magister hukum Universitas
Pamulang (Unpam), Arief Destyanto, SH. yang menyayangkan pernyataan Wali
Kota Serang dalam audiensi dengan perwakilan APTISI, senin pekan lalu yang
berupaya memfasilitasi keluhan dengan menyatakan bakal mempertemukan dua
pihak.
” Seharusnya rakyat juga diajak. Masyarakat kurang mampu yang seharusnya paling difasilitasi oleh kepada daerah,” katanya di Tangerang, Sabtu (20/3/2021).
Untuk diketahui, tukas Arif. Universitas Sutomo sendiri merupakan kampus di bawah Yayasan Sasmita Jaya Grup yang dikenal telah menelurkan Unpam yang juga dikenal sebagai kampus berbiaya murah. Universitas Sutomo berencana hanya mematok biaya Rp150.000 per bulan bagi para mahasiswa S-1. Hal inilah yang dikeluhkan sejumlah kalangan kampus swasta di Serang yang membuat aduan kepada sang wali kota.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













