“Kami berharap agar sekolah ini cepat-cepat di perbaiki karena mengingat kondisi membahayakan siswa kami yang sedang belajar, kami sudah berkordinasi dengan guru kelas untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi untuk mengevakuasi anak-anak” ungkapnya.
Sementara, salah satu wali murid Sopiyah (30), warga desa Bonisari yang saat ini anaknya duduk di kelas 1 merasa khawatir kalau saat ini anaknya belajar dalam kondisi ruangan kelas yang atapnya roboh dan mengkhawatirkan namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena di tempat tinggalnya cuma ada 1 Sekolah Dasar Negeri.
“Saya sebenarnya khawatir anak saya belajar di kelas yang atapnya sudah roboh, tapi mau gimana lagi mau di pindahin juga disini mah cuma ada satu sekolah SD negeri,” kata Sopiyah yang rutin setiap hari menunggu anaknya belajar.
Sopiyah berharap, atap gedung ruangan kelas 1 dan kelas 3 SD Negri Bonisari agar segera di perbaiki, karena semua wali murid saat ini merasa khawatir dengan kondisi atap ruangan kelas yang roboh tetapi masih dipakai untuk proses belajar mengajar.
“Karena belum lama ini juga pas pagi ada atap ruangan kelas yang roboh, beruntung tidak ada anak-anak yang tertimpa, sempat juga kelas tersebut tidak di isi namun sekarang di isi lagi karena memang ruangan kelasnya kurang, tolonglah di perhatikan sekolah SDN Bonisari ini,” tandasnya.
(Aris)
Halaman : 1 2












