“Sawah yang kekeringan ini lokasinya memang berada pada dataran kemiringan yang lebih tinggi. Selain itu, sekitar lokasi sawah juga tidak terdapat sumber air yang bisa dialirkan ke area persawahan. Tapi kalau sawah di sebelah Timur alhamdulillah masih bisa tertolong dengan menggunakan pompanisasi
Lebih lanjut” disini kita bisa lihat irigasi sudah banyak pohon pohon tumbuh atau rumput sampe sekarang bahkan sudah 15 tahun tidak adanya perawatan.
Dia juga menambahkan, bahwa para petani mengalami gagal panen sebanyak 7 kali akibat air yang tidak mencukupi, padahal kami sudah pernah rapat ke balai besar, sampai saat ini tidak terealisasi, besar harapan kami selaku para petani, mengharapkan air dari irigasi,” Ucap H . Udin kepada awak media Gardatipikornews.com.
Saat diwawancarai, Jaman selaku mantri perairan menjelaskan, memang selama ini para petani sulit mendapatkan air, untuk pemeliharaan irigasi tersebut yang sekarang banyak ditumbuhi pohon Pohon dan rumput liar, orang lapangan nya pun sudah ada
dan untuk kebersihan tersebut dipegang oleh Gabungan Petani (GP), bahkan untuk pengajuan Irigasi, ke pusat pun sudah, tapi sampai saat ini belom terealisasi,”Ucapnya.
Ketika di konfirmasi Astri Apriyanti, S.Pd selaku kepala Desa Pagedangan Udik menyampaikan selain adanya Pompanisasi, kami selalu gotong royong untuk kebersihan irigasi, dan sudah berupaya mengajukan ke dinas terkait , bahkan dinas terkait pun sudah meneruskan ke pusat.
“Dia berharap upaya kepala Desa Udik dan dapat segera di respon oleh pemerintah pusat,”Jelasnya.
Pewarta : Arul@_Gtn
Halaman : 1 2












