Tak terbayangkan, semua satwa nantinya diimpor dari berbagai negara dunia dengan administrasi khusus. Angkutan super jumbo, ada yang dikirim dengan pesawat. Sudah jelas, investasinya cukup besar dan mahal. Pada hal KWB belum menjadi ikon wisata, saat itu. Tapi ada pengusaha yang berani tanam modal.
Pertanyaannya, jika wahana sudah beroperasi apa bisa menarik wisatawan datang? Saya tidak Ingin pelaku usaha apapun di KWB rugi. Semua harus untung. Komitmen saya mengajak peran swasta berinvestasi dan para pelaku merasa nyaman.
Investor harus untung, oke. Bagaimana warga masyarakat sekitar juga bisa merasakan untung. Untuk itu saya ingin wahana ada nilai edukasi, ada perlindungan satwa, ada fasilitas rumah sakit satwa. Bikin lapangan kerja baru dan kebutuhan makan satwa melibatkan hasil pertanian petani lokal. Kebutuhan buah, sayur, daging, dibeli dari warga sekitar. Sudah jelas, ekonomi rakyat akan berputar.
Diskusi berikutnya soal waktu. Kapan akan mulai dibangun konsep edukasi satwa dan butuh waktu berapa lama? Di luar dugaan, sahabat saya menjanjikan hanya butuh waktu 7 bulan. Termasuk mengisi semua properti. Sebuah MAHAKARYA bagi masyarakat KWB. Konsep wisata edukasi yang bisa melibatkan seniman, petani, banyak tenaga kerja dan bangunan pun artistik.
Hanya semalam obrolan dan diskusi membangun obyek wisata baru. Tidak ada kajian berbelit. Tidak bertele-tele, deal. Yang saya tekankan adalah kepercayaan, tanggung jawab dan komitmen. Hal inilah yang diajarkan oleh ayah saya, Ebes! Obrolan gayeng malam itu berakhir pukul 02.00, dini hari. Itulah komitmen dan begadang malam minggu!
Semarang, 17 Mei 202.
Sahabat ER.
Halaman : 1 2













